{"id":6815,"date":"2025-11-07T11:17:50","date_gmt":"2025-11-07T04:17:50","guid":{"rendered":"https:\/\/sttekumene.ac.id\/?post_type=kegiatan&#038;p=6815"},"modified":"2025-11-13T09:54:01","modified_gmt":"2025-11-13T02:54:01","slug":"berani-bicara-lawan-kekerasan-seksual","status":"publish","type":"kegiatan","link":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/kegiatan\/berani-bicara-lawan-kekerasan-seksual\/","title":{"rendered":"Berani Bicara, Lawan Kekerasan Seksual!"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"6815\" class=\"elementor elementor-6815\" data-elementor-post-type=\"kegiatan\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-653e053a e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"653e053a\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-363dd9bb elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"363dd9bb\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure style=\"aspect-ratio:4\/3;\" class=\"wp-block-post-featured-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1131\" height=\"1600\" src=\"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/4c7fed54-4180-4524-991e-919d6d223a89.jpg\" class=\"attachment-full size-full wp-post-image\" alt=\"\" style=\"width:100%;height:100%;object-fit:contain;\" srcset=\"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/4c7fed54-4180-4524-991e-919d6d223a89.jpg 1131w, https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/4c7fed54-4180-4524-991e-919d6d223a89-212x300.jpg 212w, https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/4c7fed54-4180-4524-991e-919d6d223a89-724x1024.jpg 724w, https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/4c7fed54-4180-4524-991e-919d6d223a89-768x1086.jpg 768w, https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/4c7fed54-4180-4524-991e-919d6d223a89-1086x1536.jpg 1086w\" sizes=\"(max-width: 1131px) 100vw, 1131px\" \/><\/figure>\n\n\n<p>Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, beretika, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Melalui pembentukan <strong>Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS)<\/strong>, STTE Jakarta menegaskan peran aktifnya dalam upaya pencegahan, penanganan, serta pemulihan bagi korban kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Setiap individu berhak untuk merasa aman tanpa adanya ancaman, tekanan, atau perlakuan yang melanggar batas tubuh dan martabatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekerasan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk baik verbal, nonverbal, maupun fisik dan dapat dialami siapa saja tanpa memandang gender atau posisi. Termasuk pula bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO), yaitu tindakan pelecehan, ancaman, atau penyebaran konten pribadi melalui media digital. Semua bentuk kekerasan ini memiliki dampak serius terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik korban. Karena itu, penting bagi seluruh warga kampus untuk memahami, mengenali, dan berani melaporkan setiap indikasi tindakan kekerasan seksual.<\/p>\n\n\n\n<p>SATGAS PPKS STTE Jakarta siap menjadi ruang aman bagi siapa pun yang mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan atau pelecehan seksual. Setiap laporan akan ditangani dengan profesional, penuh empati, dan menjaga kerahasiaan korban. Kampus mendorong seluruh civitas akademika untuk tidak menjadi penonton, tetapi menjadi penolong \u2014 dengan berani bersuara, menegur dengan sopan, mendampingi korban, dan melapor ke pihak yang berwenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu mengalami atau menyaksikan kekerasan atau pelecehan seksual, <strong>jangan diam<\/strong>. Laporkan kepada <strong>SATGAS PPKS STTE-J<\/strong> melalui nomor <strong>0889 7586 0488<\/strong> atau email <strong>ppks@sttekumene.ac.id<\/strong>. Kamu juga dapat menghubungi kami melalui media sosial resmi di <strong>@sttekumeneofficial<\/strong> dan <strong>@ppks_sttej<\/strong>. Mari bersama menciptakan lingkungan kampus yang aman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun.<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, beretika, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Melalui pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS), STTE Jakarta menegaskan peran aktifnya dalam upaya pencegahan, penanganan, serta pemulihan bagi korban kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Setiap individu berhak untuk merasa aman tanpa adanya ancaman, tekanan, atau perlakuan yang melanggar batas tubuh dan martabatnya. Kekerasan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk baik verbal, nonverbal, maupun fisik dan dapat dialami siapa saja tanpa memandang gender atau posisi. Termasuk pula bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO), yaitu tindakan pelecehan, ancaman, atau penyebaran konten pribadi melalui media digital. Semua bentuk kekerasan ini memiliki dampak serius terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik korban. Karena itu, penting bagi seluruh warga kampus untuk memahami, mengenali, dan berani melaporkan setiap indikasi tindakan kekerasan seksual. SATGAS PPKS STTE Jakarta siap menjadi ruang aman bagi siapa pun yang mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan atau pelecehan seksual. Setiap laporan akan ditangani dengan profesional, penuh empati, dan menjaga kerahasiaan korban. Kampus mendorong seluruh civitas akademika untuk tidak menjadi penonton, tetapi menjadi penolong \u2014 dengan berani bersuara, menegur dengan sopan, mendampingi korban, dan melapor ke pihak yang berwenang. Jika kamu mengalami atau menyaksikan kekerasan atau pelecehan seksual, jangan diam. Laporkan kepada SATGAS PPKS STTE-J melalui nomor 0889 7586 0488 atau email ppks@sttekumene.ac.id. Kamu juga dapat menghubungi kami melalui media sosial resmi di @sttekumeneofficial dan @ppks_sttej. Mari bersama menciptakan lingkungan kampus yang aman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6816,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"kategori":[35],"class_list":["post-6815","kegiatan","type-kegiatan","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","kategori-layanan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/kegiatan\/6815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/kegiatan"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/kegiatan"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6815"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/kegiatan\/6815\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7310,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/kegiatan\/6815\/revisions\/7310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"kategori","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/kategori?post=6815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}