{"id":7821,"date":"2026-06-10T11:59:32","date_gmt":"2026-06-10T04:59:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/?p=7821"},"modified":"2026-06-10T12:02:12","modified_gmt":"2026-06-10T05:02:12","slug":"kuliah-dosen-tamu-liturgi-dan-budaya-kontemporer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/2026\/06\/10\/kuliah-dosen-tamu-liturgi-dan-budaya-kontemporer\/","title":{"rendered":"Kuliah Dosen Tamu &#8211; Liturgi dan Budaya Kontemporer"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada tanggal 7 Mei 2026, Michael Panjaitan, S.Th. hadir sebagai dosen tamu dalam Mata Kuliah Liturgi dan Budaya Kontemporer Program Studi S1 Pendidikan Agama Kristen (PAK) STT Ekumene bagi mahasiswa semester 6 angkatan 2023. Dalam kesempatan ini, beliau membawakan materi bertema <em>\u201cLiturgi dan Budaya Kontemporer: Antara Kekudusan dan Relevansi.\u201d<\/em> Kegiatan berlangsung dengan antusias melalui sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif bersama mahasiswa. Kuliah dosen tamu ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual mengenai perkembangan liturgi di tengah budaya modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemaparannya, Michael Panjaitan, S.Th. menjelaskan bahwa liturgi bukan hanya sekadar tata ibadah gereja, tetapi juga sarana perjumpaan antara Allah dan manusia. Di tengah perkembangan budaya digital dan perubahan gaya hidup masyarakat, gereja menghadapi tantangan untuk tetap relevan tanpa kehilangan nilai kekudusan dalam ibadah. Mahasiswa diajak memahami bagaimana budaya kontemporer memengaruhi bentuk ibadah, penggunaan teknologi, musik gereja, hingga keterlibatan jemaat dalam pelayanan. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya menjaga esensi penyembahan agar tetap berpusat kepada Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kegiatan ini membahas pentingnya liturgi yang partisipatif dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini. Narasumber menyoroti bahwa gereja perlu terbuka terhadap perkembangan teknologi dan kreativitas dalam ibadah, seperti penggunaan multimedia, live streaming, dan media sosial gereja. Namun demikian, perkembangan tersebut tidak boleh menggeser makna sakral ibadah menjadi sekadar hiburan semata. Melalui pembahasan ini, mahasiswa diajak untuk memiliki sikap kritis sekaligus bijaksana dalam melihat hubungan antara liturgi dan budaya kontemporer.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kuliah dosen tamu ini, mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai implementasi liturgi dalam konteks pelayanan gereja masa kini. Kegiatan ini diharapkan dapat memperlengkapi mahasiswa S1 PAK STT Ekumene agar mampu menghadirkan pelayanan yang relevan, kontekstual, dan tetap berlandaskan nilai-nilai teologis Kristen. STT Ekumene terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang mendukung pertumbuhan intelektual, spiritual, dan keterampilan pelayanan mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, dosen, dan seluruh peserta kuliah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 7 Mei 2026, Michael Panjaitan, S.Th. hadir sebagai dosen tamu dalam Mata Kuliah Liturgi dan Budaya Kontemporer Program Studi S1 Pendidikan Agama Kristen (PAK) STT Ekumene bagi mahasiswa semester 6 angkatan 2023. Dalam kesempatan ini, beliau membawakan materi bertema \u201cLiturgi dan Budaya Kontemporer: Antara Kekudusan dan Relevansi.\u201d Kegiatan berlangsung dengan antusias melalui sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif bersama mahasiswa. Kuliah dosen tamu ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual mengenai perkembangan liturgi di tengah budaya modern. Dalam pemaparannya, Michael Panjaitan, S.Th. menjelaskan bahwa liturgi bukan hanya sekadar tata ibadah gereja, tetapi juga sarana perjumpaan antara Allah dan manusia. Di tengah perkembangan budaya digital dan perubahan gaya hidup masyarakat, gereja menghadapi tantangan untuk tetap relevan tanpa kehilangan nilai kekudusan dalam ibadah. Mahasiswa diajak memahami bagaimana budaya kontemporer memengaruhi bentuk ibadah, penggunaan teknologi, musik gereja, hingga keterlibatan jemaat dalam pelayanan. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya menjaga esensi penyembahan agar tetap berpusat kepada Tuhan. Selain itu, kegiatan ini membahas pentingnya liturgi yang partisipatif dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini. Narasumber menyoroti bahwa gereja perlu terbuka terhadap perkembangan teknologi dan kreativitas dalam ibadah, seperti penggunaan multimedia, live streaming, dan media sosial gereja. Namun demikian, perkembangan tersebut tidak boleh menggeser makna sakral ibadah menjadi sekadar hiburan semata. Melalui pembahasan ini, mahasiswa diajak untuk memiliki sikap kritis sekaligus bijaksana dalam melihat hubungan antara liturgi dan budaya kontemporer. Melalui kuliah dosen tamu ini, mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai implementasi liturgi dalam konteks pelayanan gereja masa kini. Kegiatan ini diharapkan dapat memperlengkapi mahasiswa S1 PAK STT Ekumene agar mampu menghadirkan pelayanan yang relevan, kontekstual, dan tetap berlandaskan nilai-nilai teologis Kristen. STT Ekumene terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang mendukung pertumbuhan intelektual, spiritual, dan keterampilan pelayanan mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, dosen, dan seluruh peserta kuliah.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":7822,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-7821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7821"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7823,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7821\/revisions\/7823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sttekumene.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}