Survey Tingkat Pemahaman Visi Keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Kristen
April 9, 2026 2026-04-20 15:32Survey Tingkat Pemahaman Visi Keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Kristen
Dalam rangka menjamin ketercapaian arah pengembangan institusi yang selaras dengan visi keilmuan, Program Studi Sarjana Pendidikan Agama Kristen melaksanakan evaluasi secara berkala terhadap tingkat pemahaman civitas akademika. Evaluasi ini menjadi bagian dari mekanisme penjaminan mutu internal yang bertujuan untuk mengukur efektivitas sosialisasi serta internalisasi visi keilmuan dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Kegiatan survei ini melibatkan 164 responden yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan indikator tingkat pemahaman yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu Sangat Paham (SP), Paham (P), Cukup Paham (CP), Tidak Paham (TP), dan Sangat Tidak Paham (STP). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa secara umum tingkat pemahaman civitas akademika terhadap visi keilmuan Program Studi berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh dominasi persentase pada kategori Paham (P) dan Sangat Paham (SP) di seluruh kelompok responden.



Pada kelompok dosen, tingkat pemahaman menunjukkan capaian yang sangat baik, dengan 50% responden berada pada kategori Paham (P) dan 40% pada kategori Sangat Paham (SP). Sementara itu, 5% berada pada kategori Cukup Paham (CP), 3% Tidak Paham (TP), dan 2% Sangat Tidak Paham (STP). Data ini mengindikasikan bahwa mayoritas dosen telah memahami visi keilmuan secara komprehensif, yang menjadi modal penting dalam pelaksanaan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada kelompok mahasiswa, hasil survei menunjukkan bahwa 60% responden berada pada kategori Paham (P) dan 30% pada kategori Sangat Paham (SP). Adapun 5% berada pada kategori Cukup Paham (CP), 3% Tidak Paham (TP), dan 2% Sangat Tidak Paham (STP). Temuan ini mencerminkan bahwa mahasiswa sebagai subjek utama proses pendidikan telah memiliki tingkat pemahaman yang baik terhadap visi keilmuan, meskipun masih diperlukan penguatan pada sebagian kecil mahasiswa yang belum memahami secara optimal. Selanjutnya, pada kelompok tenaga kependidikan, diperoleh bahwa 55% responden berada pada kategori Paham (P) dan 35% pada kategori Sangat Paham (SP), dengan 5% pada kategori Cukup Paham (CP), 3% Tidak Paham (TP), dan 2% Sangat Tidak Paham (STP). Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kependidikan juga memiliki pemahaman yang baik terhadap visi keilmuan, yang berperan dalam mendukung layanan akademik dan administrasi secara selaras dengan arah pengembangan program studi.
Secara komprehensif, hasil survei ini menunjukkan bahwa proses diseminasi visi keilmuan telah berjalan secara efektif melalui berbagai media dan strategi komunikasi, antara lain melalui kegiatan pembelajaran oleh dosen, sosialisasi oleh pimpinan program studi, pemanfaatan media informasi akademik (buku panduan, website, papan informasi), serta kegiatan institusional lainnya. Dominasi kategori Paham dan Sangat Paham mengindikasikan bahwa visi keilmuan telah tersampaikan dengan baik dan mulai terinternalisasi dalam aktivitas akademik civitas akademika.
Namun demikian, keberadaan responden pada kategori Cukup Paham, Tidak Paham, dan Sangat Tidak Paham, meskipun dalam jumlah yang relatif kecil, menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam proses pemahaman yang perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, program studi perlu melakukan langkah-langkah strategis yang berkelanjutan dalam rangka peningkatan pemahaman, antara lain melalui penguatan program sosialisasi yang lebih terstruktur, integrasi visi keilmuan dalam kurikulum dan proses pembelajaran, serta optimalisasi berbagai media komunikasi yang lebih interaktif dan mudah diakses.
Selain itu, diperlukan upaya internalisasi yang lebih mendalam melalui kegiatan akademik dan non-akademik, sehingga visi keilmuan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diimplementasikan dalam sikap, perilaku, serta kinerja civitas akademika. Pimpinan program studi bersama dosen diharapkan dapat secara konsisten mengaitkan visi keilmuan dalam setiap proses pembelajaran, kegiatan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, melalui evaluasi yang berkelanjutan serta tindak lanjut yang sistematis, diharapkan tingkat pemahaman civitas akademika terhadap visi keilmuan dapat terus ditingkatkan secara merata. Hal ini pada akhirnya akan mendukung pencapaian mutu lulusan yang unggul, relevan, dan sesuai dengan arah pengembangan Program Studi Sarjana Pendidikan Agama Kristen.