Seminar PPKPT: “Safe Online, Safe Life” – Menghadapi Ancaman KBGO di Era Digital
April 23, 2026 2026-04-23 10:17Seminar PPKPT: “Safe Online, Safe Life” – Menghadapi Ancaman KBGO di Era Digital




STT Ekumene Jakarta melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) menyelenggarakan seminar bertajuk “Safe Online, Safe Life: Menghadapi Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Era Digital”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Satgas PPKPT, BEM Mahasiswa, Program Magister Konseling Pastoral, dan Program Doktor Teologi. Seminar dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap ancaman kekerasan berbasis gender di ruang digital. Selain itu, seminar ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan berkeadilan.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa KBGO merupakan bentuk kekerasan yang terjadi di ruang digital dengan memanfaatkan teknologi untuk menyerang atau merendahkan individu berdasarkan gender atau seksualitas. Bentuk-bentuk KBGO yang dibahas meliputi penyebaran konten intim tanpa izin, pelecehan dan perundungan online, pencurian identitas (doxing), hingga ancaman dan pemerasan seksual. Materi juga menyoroti perkembangan ancaman baru seperti penggunaan kecerdasan buatan (AI), termasuk deepfake dan manipulasi digital yang semakin marak. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa kasus KBGO terus meningkat dan banyak dialami oleh kelompok usia muda, termasuk mahasiswa. Hal ini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai upaya perlindungan diri di era teknologi.
Seminar ini juga mengulas dampak KBGO yang bersifat luas dan berlapis bagi korban. Dari sisi psikologis, korban dapat mengalami trauma, kecemasan, hingga depresi berkepanjangan. Dampak sosial mencakup isolasi, stigma, serta victim blaming dari lingkungan sekitar. Dalam aspek akademik, korban berpotensi mengalami penurunan prestasi hingga kehilangan motivasi belajar. Selain itu, dampak digital seperti penyebaran konten yang sulit dikendalikan semakin memperparah kondisi korban.
Sebagai langkah pencegahan, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya keamanan digital pribadi, seperti penggunaan verifikasi dua langkah, pengelolaan privasi akun, dan kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan. Literasi dan etika digital juga menjadi fokus utama, termasuk kesadaran akan jejak digital dan tanggung jawab dalam bermedia sosial. Peran komunitas kampus turut ditekankan dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. Selain itu, peserta diperkenalkan pada faktor kerentanan mahasiswa, seperti rendahnya literasi digital, budaya diam, dan ketimpangan relasi kuasa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk berani bersikap dan tidak menormalisasi kekerasan.
Dalam sesi akhir, peserta memperoleh panduan terkait mekanisme pelaporan jika mengalami atau menyaksikan KBGO. Langkah-langkah yang disampaikan meliputi pengamanan bukti, pemanfaatan fitur pelaporan pada platform digital, serta mencari dukungan dari pihak terpercaya. Peserta juga diarahkan untuk melapor melalui Satgas PPKPT atau lembaga terkait guna mendapatkan perlindungan yang tepat. Melalui kegiatan ini, STT Ekumene Jakarta menegaskan komitmennya dalam membangun ruang digital yang aman, bermartabat, dan berkeadilan. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran kolektif di kalangan sivitas akademika. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terciptanya budaya digital yang sehat, saling menghormati, dan bertanggung jawab.